
Michael Jordan, legenda NBA yang dikenal luas, memiliki sebuah rumah mewah di Highland Park, Illinois, Amerika Serikat, yang telah dijual sejak 2012. Namun, hingga kini, rumah tersebut belum juga laku, meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menarik pembeli. Dengan luas sekitar 5.020 meter persegi, rumah ini seharusnya menarik banyak perhatian, tetapi berbagai faktor tampaknya menghalangi penjualannya.
Menurut laporan dari Daily Mail, awalnya Michael Jordan menetapkan harga jual rumah tersebut sebesar US$29 juta, atau setara dengan Rp 447 miliar. Namun, setelah tidak ada pembeli yang tertarik, harga tersebut diturunkan pada tahun 2013 menjadi US$16 juta, atau sekitar Rp 246 miliar. Harga ini masih belum menarik minat pembeli, sehingga akhirnya diturunkan lagi menjadi US$14,8 juta, atau sekitar Rp 228 miliar, yang merupakan harga saat ini.
The Mirror, dalam laporannya, menyoroti beberapa alasan mengapa rumah mewah ini sulit terjual. Salah satu faktor utama adalah demografi ekonomi di daerah sekitar Highland Park, Highwood, dan Lake Forest. Hanya sekitar 40,5% keluarga di wilayah tersebut memiliki pendapatan tahunan yang mencapai US$200.000, atau sekitar Rp 3 miliar. Artinya, daerah di sekitar lokasi tidak memiliki cukup banyak calon pembeli yang mampu membeli properti dengan harga fantastis tersebut.
Selain itu, rumah-rumah di sekitar lokasi rumah Michael Jordan bukanlah rumah-rumah mewah, melainkan rumah-rumah sederhana. Hal ini membuat rumah Jordan yang sangat mewah tampak terlalu mencolok dan sulit untuk menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Faktor lain yang menghambat penjualan adalah banyaknya detail yang sangat personal dan terkait dengan Michael Jordan di dalam rumah tersebut. Jika calon pembeli ingin mengubah interior atau bagian lain dari rumah ini, mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
“Penjualan ini bukanlah hal yang mudah. Ada banyak perbaikan yang harus dilakukan untuk membuat rumah ini sesuai dengan keinginan Anda,” ungkap seorang ahli properti.
Pada tahun 2020, Netflix merilis reality show ‘The Last Dance,’ yang menampilkan rumah ini dalam salah satu episodenya. Setelah penayangan tersebut, minat terhadap properti ini meningkat, tetapi sayangnya, belum ada yang benar-benar tertarik untuk membelinya, meskipun telah 11 tahun berlalu sejak rumah ini pertama kali dijual.
Rumah mewah ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas kelas atas yang sesuai dengan harga jualnya. Di dalamnya terdapat 9 kamar tidur, 19 kamar mandi, beberapa ruang keluarga yang mewah, meja makan yang megah, dan akuarium besar yang menempel di dinding. Selain itu, ada juga gudang wine, perpustakaan dengan layar film seperti bioskop, serta wisma dengan 3 kamar tidur yang memiliki ruang keluarga dan dapur sendiri.
Salah satu fitur yang paling unik adalah ruangan khusus merokok yang juga bisa digunakan sebagai tempat bermain poker dan berjudi. Michael Jordan juga memiliki gym pribadi yang digunakan oleh rekan-rekan timnya di Chicago Bulls, yang dikenal sebagai Breakfast Club, untuk berolahraga hampir setiap pagi.
Meskipun telah dilakukan berbagai upaya, rumah yang memiliki gerbang dengan angka ’23’—nomor punggung Jordan saat aktif bermain—dan dilengkapi dengan taman luas, halaman rumput berbukit, kolam ikan besar, lapangan golf, serta lapangan tenis ini tetap belum menemukan pemilik baru.