
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) baru-baru ini mengeluarkan instruksi yang mewajibkan inspeksi terhadap ratusan pesawat Boeing 787 Dreamliner di negara tersebut. Langkah ini diambil setelah insiden yang terjadi pada Maret lalu, di mana pesawat milik LATAM Airlines tiba-tiba menukik saat mengudara, menyebabkan 50 penumpang terluka.
FAA menjelaskan bahwa penyebab utama insiden ini adalah pergerakan kursi kapten pilot yang tidak diinginkan, sehingga menyebabkan auto-pilot terputus. Insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama karena telah ada lima laporan serupa mengenai masalah kursi pilot dan kopilot pada pesawat Boeing 787 Dreamliner, termasuk insiden terbaru pada Juni lalu.
Dengan adanya laporan-laporan ini, FAA merasa perlu untuk mengambil tindakan lebih lanjut guna memastikan keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, pada Senin (19/8/2024), FAA mengeluarkan instruksi yang mewajibkan maskapai-maskapai untuk melakukan inspeksi atau pemeriksaan kursi pilot dan kopilot pada pesawat Boeing jenis 787-7, 787-9, dan 787-10. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan apakah ada bagian “rocker switch caps” yang hilang atau retak, serta memeriksa kondisi “switch cover assemblies” yang mungkin retak atau tidak berfungsi dengan baik.
Menurut instruksi FAA, inspeksi ini harus dilakukan dalam waktu 30 hari sejak instruksi tersebut dirilis. Jika ditemukan kerusakan atau ketidaksesuaian, operator pesawat harus segera melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa yang dapat membahayakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Instruksi kelaikan udara dari FAA ini berdampak pada 158 pesawat Boeing 787 Dreamliner yang terdaftar di Amerika Serikat, serta 737 pesawat lainnya yang ada di seluruh dunia. FAA menekankan bahwa pergerakan horizontal pada kursi pilot atau kopilot yang tidak diperintah dapat menyebabkan gangguan penerbangan yang serius. Hal ini bisa menyebabkan pesawat mengalami penurunan ketinggian secara mendadak, yang tentunya sangat berbahaya bagi penumpang dan awak pesawat.
Selain itu, FAA menyebutkan bahwa kondisi seperti ini harus segera ditangani untuk mencegah terjadinya kondisi yang tidak aman pada produk-produk Boeing 787 Dreamliner. Instruksi ini menjadi langkah preventif untuk memastikan bahwa semua pesawat yang beroperasi tetap aman dan layak terbang, sehingga penumpang bisa terbang dengan rasa aman.
Menanggapi instruksi FAA tersebut, Boeing menyatakan dukungannya secara penuh. Dalam pernyataan resminya, Boeing menyebutkan bahwa mereka berkomitmen untuk mengikuti panduan FAA dalam upaya menjaga keselamatan penerbangan. Boeing juga memastikan bahwa mereka akan bekerja sama dengan para operator pesawat 787 untuk memastikan bahwa semua tindakan yang diperlukan dilakukan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan oleh FAA.
Dengan instruksi ini, diharapkan seluruh operator penerbangan yang menggunakan Boeing 787 Dreamliner dapat mematuhi dan melakukan inspeksi secara tepat waktu, sehingga potensi risiko keselamatan dapat diminimalkan. FAA akan terus memantau perkembangan ini dan memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil sesuai dengan standar keselamatan yang ketat.