
Hingga kini, banyak orang percaya bahwa emas adalah logam mulia paling mahal. Namun, kenyataannya, emas bukanlah logam termahal di dunia.
Menurut situs iflscience, Sabtu (13/7/2023), emas adalah salah satu logam mulia yang paling dicari dan digunakan. Emas digunakan dalam berbagai industri, seperti perhiasan, bahan baku alat elektronik, hingga pembuatan pesawat.
Saat ini, harga emas dunia berada di sekitar US$ 2.400 per troy ons. Harga emas melonjak setelah data menunjukkan harga konsumen di Amerika Serikat (AS) secara tak terduga turun bulan lalu, meningkatkan spekulasi bahwa Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan menurunkan suku bunga.
Meski begitu, ternyata jumlah tersebut belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan logam mulia yang satu ini, rhodium.
Diketahui bahwa rhodium sendiri merupakan logam mulia yang pertama kali ditemukan oleh William Hyde Wollaston pada 1803. Dibandingkan dengan emas, rhodium memiliki daya tahan yang lebih tinggi.
Berdasarkan penelitian, rhodium memiliki sifat yang tidak mudah bereaksi terhadap oksigen, tahan terhadap korosi dan oksidasi. Karenanya logam ini banyak digunakan untuk produksi mobil, pesawat terbang, kontak listrik, dan termokopel suhu tinggi serta kabel resistansi.
Terlepas dari kegunaannya, logam ini juga jauh lebih langka dari pada emas. Saking langkanya logam ini hanya bisa diproduksi sebanyak 16 ton secara global setiap tahunnya, dengan perkiraan cadangan 3.000 ton. Dikarenakan kelangkaan dan kegunaannya, rhodium saat ini dibandrol senilai US$ 10.300 (Rp 151.41 juta) per troy ons.