Kenali Jenis-jenis Bintang Mahaputera dan Persyaratan Eksklusif untuk Menerimanya – Trend Updates

Kenali Jenis-jenis Bintang Mahaputera dan Persyaratan Eksklusif untuk Menerimanya

Bintang Mahaputera
source : detikcom

Pada tahun 2024, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan tanda jasa dan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada 64 orang. Penerima penghargaan ini berasal dari berbagai kalangan, termasuk menteri, wakil menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM), pejabat lembaga tinggi negara, pejabat TNI-Polri, dan warga negara Indonesia dari berbagai latar belakang profesi dan budaya.

Salah satu penghargaan yang diberikan adalah Bintang Mahaputera, sebuah tanda kehormatan yang menempati posisi di bawah Bintang Republik Indonesia. Berikut adalah jenis-jenis tanda kehormatan Bintang Mahaputera dan syarat-syarat untuk menerimanya.

Jenis-Jenis Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, tanda kehormatan diberikan oleh Presiden sebagai bentuk penghargaan kepada individu, kesatuan, atau organisasi yang telah menunjukkan darmabakti dan kesetiaan yang luar biasa kepada bangsa dan negara. Bintang Mahaputera merupakan salah satu tanda kehormatan yang terdiri dari lima jenis, yaitu:

  • Bintang Mahaputera Adipurna
  • Bintang Mahaputera Adipradana
  • Bintang Mahaputera Utama
  • Bintang Mahaputera Pratama
  • Bintang Mahaputera Nararya

Syarat Penerima Bintang Mahaputera

Penerimaan tanda kehormatan Bintang Mahaputera diatur dalam Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009. Beberapa syarat utama penerima tanda kehormatan ini antara lain:

  • Memberikan jasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.
  • Memiliki pengabdian dan pengorbanan di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan bidang lainnya yang memberikan manfaat besar bagi bangsa dan negara.
  • Darma bakti dan jasanya diakui secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pemberian Bintang Mahaputera oleh Presiden Jokowi menunjukkan apresiasi negara terhadap individu-individu yang telah berkontribusi secara signifikan bagi kemajuan bangsa dan negara.

Daftar Penerima Bintang Mahaputera 2024

Berikut adalah daftar nama penerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Tahun 2024.

1. Bintang Mahaputera Adipradana

  • Menhan Prabowo Subianto
  • Menko Polhukam Hadi Tjahjanto
  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
  • Mantan Panglima TNI (Purn) Jenderal Andika Perkasa
  • Mantan Panglima TNI (Purn) Laksamana Yudo Margono
  • Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F Paulus
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad
  • Wakil Ketua DPR RI Rachmad Gobel
  • Menteri BUMN Erick Thohir
  • Menteri Investasi Bahlil Lahadalia
  • Mendikbudristek Nadiem Makarim
  • Menaker Ida Fauziah
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
  • Menteri ESDM Arifin Tasrif
  • Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar
  • Menteri PPN/Kepala Bapenas Suharso Monoarfa
  • Menkop UKM Teten Masduki
  • Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Puspayoga
  • Jaksa Agung ST Burhanuddin
  • Anggota Wantimpres Muhammad Luthfi Al Yahya
  • Anggota Wantimpres Putri Kus Wisnu Wardani
  • Gubernur Lemhanas Agus Widjojo

2. Bintang Mahaputera Utama

  • Menparekraf Sandiaga Uno
  • Menag Yaqut Cholil Qoumas
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin
  • Mensos Tri Rismaharini
  • Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono
  • Mantan KSAD (Purn) Jenderal Dudung Abdurachman
  • Mantan KSAU Marsekal (Purn) Fadjar Prasetyo

3. Bintang Mahaputera Pratama

  • MenpanRB Azwar Anas
  • Menkominfo Budi Arie Setiadi

4. Bintang Mahaputera Nararya

  • Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono
  • Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah
  • Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani
  • Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat
  • Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid
  • Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono
  • Wakil Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin
  • Menpora Dito Ariotedjo
  • Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia Sri Woerjaningsih
  • Peneliti Ahli Utama BRIN Yohanes Purwanto

5. Bintang Mahaputera

  • Mantan Kapolri (Purn) Jenderal Idham Aziz.