
Carlos Alcaraz harus menerima kekalahan dari Novak Djokovic di final tenis Olimpiade 2024, yang membuat Djokovic meraih medali emas. Prestasi ini menjadikan Djokovic sebagai atlet tunggal putra ketiga dalam sejarah yang menyelesaikan career golden slam.
Berlaga di Roland Garros pada Minggu (4/8) malam WIB, Djokovic mengalahkan Alcaraz dengan skor 7-6 (7-3), 7-6 (7-2) dalam waktu 2 jam 52 menit. Pertandingan berlangsung sengit sejak awal.
Pada set pertama, kedua petenis bergantian mencetak poin hingga mencapai skor 6-6. Dalam tie break, skor sempat imbang 3-3 sebelum Djokovic mematahkan servis Alcaraz untuk memimpin 4-3. Setelah itu, Djokovic meraih tiga poin beruntun dan menang 7-6 (7-3).
Set kedua juga berjalan serupa. Saling bergantian meraih poin hingga 6-6, Djokovic lalu mematahkan servis Alcaraz dalam tie break untuk memimpin 1-0 lalu 2-0, namun dibalas Alcaraz hingga 2-2.
Meski begitu, Djokovic terbukti lebih unggul. Ia kembali mematahkan servis Alacaraz untuk memimpin 3-2, lalu meraih dua poin berikutnya untuk menjauh 5-2. Saat Alcaraz memegang dua servis berikutnya, Djokovic juga kembali mematahkannya.
Pukulan terakhir Djokovic ke sudut kanan area lawan tak mampu dijangkau Alcaraz, memastikan kemenangan untuk petenis Serbia itu dengan skor 7-6 (7-2).
Ini menjadi emas pertama bagi Djokovic sejak pertama kali tampil di Olimpiade pada 2008. Baru di percobaan kelima ia berhasil menjadi juara. Sebelumnya, torehan terbaiknya yakni medali perunggu di Beijing 2008.
Djokovic juga sudah menamatkan tenis karena sukses memenangi Olimpiade dan empat grand slam berbeda (Australian Open, French Open, Wimbledon, US Open) dalam kariernya. Ia mengikuti jejak Andre Agassi dan Rafael Nadal yang lebih dulu meraihnya di tunggal putra.
Sementara di tunggal putri, Zheng Qinwen dari China sudah meraih emas usai mengalahkan Donna Vekic 6-2, 6-3 pada Sabtu kemarin. Itu juga merupakan sejarah karena Zheng menjadi tunggal putri pertama China yang berhasil memenangi tenis Olimpiade.