
Pemerintah Korea Selatan baru saja meluncurkan program unik yang dirancang untuk mendukung warganya yang ingin serius berkencan dan menikah. Program ini menawarkan insentif finansial bagi pasangan yang mengambil langkah menuju pernikahan, sebagai upaya untuk meningkatkan angka kelahiran yang terus menurun di negara tersebut.
Menurut laporan dari Korea.net pada Kamis (29/8/2024), program ini diperkenalkan sebagai tanggapan atas penurunan populasi Korea Selatan sejak 2021. Data sensus terbaru menunjukkan bahwa pada 2023, populasi negara ini hanya mencapai 49,84 juta orang, turun 101 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh rendahnya angka pernikahan dan kelahiran, yang menjadi perhatian serius pemerintah.
Presiden Korea Selatan bahkan menyebut situasi ini sebagai krisis nasional, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap ekonomi dan kesejahteraan sosial. Untuk menghadapi masalah ini, pemerintah telah membentuk kementerian khusus yang bertugas merancang strategi dan kebijakan kependudukan. Selain itu, berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi swasta, juga turut serta dalam upaya ini dengan mengatur program kencan bagi warga yang masih lajang.
Salah satu inisiatif yang menarik perhatian adalah program “I am Jeolo” yang diluncurkan oleh Korean Buddhist Foundation for Social Welfare. Program ini menggabungkan kunjungan ke kuil dengan kencan buta, di mana peserta yang berusia 20-30 tahun akan menginap satu malam untuk saling mengenal. Program semacam ini menunjukkan upaya kolaboratif antara pemerintah dan organisasi keagamaan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pernikahan.
Selain itu, Kota Busan juga telah mengadakan acara “Day of Unmarried Foreign and Local Men and Women’s Meeting,” yang mengatur kencan buta bagi warga yang memenuhi persyaratan. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk berkontribusi pada peningkatan angka pernikahan.
Program ini menawarkan berbagai insentif yang menarik bagi pasangan yang serius ingin menikah. Pemerintah akan memberikan dukungan finansial senilai 500.000 won (sekitar Rp5,7 juta) untuk biaya kencan. Jika pasangan tersebut melanjutkan hubungan mereka hingga ke tahap pertemuan keluarga untuk membahas pernikahan, mereka akan mendapatkan tambahan 1 juta won (sekitar Rp11,4 juta).
Lebih menarik lagi, jika pasangan tersebut memutuskan untuk menikah, pemerintah akan memberikan hadiah sebesar 20 juta won (sekitar Rp230 juta). Selain itu, mereka juga akan mendapatkan manfaat khusus berupa harga sewa rumah yang sangat rendah, hanya sekitar 30 ribu won (sekitar Rp345 ribu) per bulan.
Dengan berbagai insentif ini, pemerintah berharap dapat mendorong lebih banyak warga Korea Selatan untuk menikah dan memiliki anak, sehingga dapat mengatasi krisis populasi yang sedang dihadapi negara tersebut.