
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh perusahaan rintisan atau startup dalam mencari pendanaan adalah terjadinya “musim dingin” investasi. Fenomena ini mengakibatkan penurunan signifikan dalam ketersediaan dana dari para investor.
Erick menjelaskan bahwa meskipun situasi ini cukup menantang, masih ada peluang bagi startup untuk mendapatkan pendanaan dari berbagai sumber. Dalam acara Grand Final Pitching Pikiran Terbaik Negeri yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Erick menyatakan pentingnya mengubah ketakutan akan kesulitan mendapatkan pendanaan menjadi solusi yang dapat membawa kemajuan.
“Di musim dingin investasi seperti ini, 65 persen pendanaan mengalami penurunan. Tapi kita harus mampu mengubah ketakutan ini menjadi solusi,” ujar Erick kepada para pelaku startup, Senin (26/8).
Berdasarkan data yang dimiliki, Erick mengakui adanya penurunan pendanaan dari investor dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia menekankan bahwa situasi ini tidak boleh membuat para pelaku startup menyerah. Sebaliknya, mereka harus terus mencari solusi dan inovasi agar bisnis mereka tetap berkembang.
Erick berharap bahwa melalui acara yang digagas oleh Yayasan BUMN ini, para pelaku startup dapat mengembangkan bisnis mereka lebih jauh. Ia juga menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam dunia usaha, agar tidak hanya bergantung pada pendanaan hibah semata.
“Para entrepreneur harus berani berkolaborasi dan memiliki mindset yang jelas bahwa pada akhirnya, ini adalah bisnis yang harus didorong ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Dalam Grand Final Pitching Pikiran Terbaik Negeri ini, terpilih 20 finalis yang masing-masing mendapatkan pendanaan sebesar Rp150 juta untuk pengembangan bisnis mereka. Dana ini berasal dari berbagai venture capital, baik dari BUMN, perusahaan swasta dalam negeri, maupun perusahaan asing.
Selain pendanaan utama tersebut, beberapa startup dengan ide terbaik juga menerima pendanaan tambahan, berkisar antara Rp5 juta hingga Rp50 juta. Erick berharap, dengan adanya bantuan ini, para startup dapat terus berinovasi dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia.
Meskipun “musim dingin” investasi menjadi tantangan, semangat untuk terus berinovasi dan mencari solusi harus tetap menjadi prioritas bagi para pelaku startup. Ini menjadi kunci dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan, sekaligus menciptakan peluang baru di tengah kondisi yang sulit.