
Pasar suku cadang otomotif mulai goyang setelah dua merek otomotif Jerman, Recaro dan BBS, mengajukan kebangkrutan pada minggu yang sama.
Dilansir dari Carexpert pada Jumat (2/8/2024), fenomena ini dianggap sebagai tanda awal masa-masa sulit bagi pemasok suku cadang merek terkenal.
Recaro telah mengajukan kebangkrutan ke Pengadilan Lokal Esslingen. Perusahaan ini menghadapi kesulitan keuangan yang signifikan akibat kenaikan harga ekstrem dalam beberapa tahun terakhir serta kehilangan kontrak besar.
Merek tersebut masih memasok jok sport yang ketat ke sejumlah perusahaan mobil termasuk Ford, Porsche, BMW, dan banyak lagi.
“Dampak produk lama dan operasi bisnis memengaruhi pengembangan penawaran produk baru selama pengurangan regional dalam pengeluaran pembelian kendaraan,” ujar Recaro.
Menurut Recaro, perusahaan masih akan terus memproduksi jok otomotif sementara proses administrasi berlangsung.
BBS sendiri merupakan satu-satunya pemasok roda untuk Formula1. Perusahaan telah memasuki tahap administrasi untuk pengajuan kebangkrutan di Jerman minggu ini.
Perusahaan tersebut mengajukan kebangkrutan ke Pengadilan Lokal Rottweil. Menurut publikasi yang beredar, BBS mengakui gagal membayar gaji para pekerjanya pada bulan Mei dan Juni.
Ini bukan pertama kalinya merek ini mengalami kesulitan, BBS sebelumnya mengalami lima krisis keuangan sejak tahun 2007. Perusahaan baru sehat setelah diakuisisi oleh pemilik barunya, ISH Management Services, pada bulan Juni tahun ini.
BBS dikenal sebagai pemasok velg untuk mobil berperforma tinggi, memproduksi beberapa desain ikonik seperti velg tiga bagian RS yang populer di akhir tahun 1980-an dan 1990-an.
BBS dan Recaro menghadapi kekurangan bisnis di pasar suku cadang akibat maraknya merek ‘replika’ yang lebih murah. Fenomena inilah yang menjadi penyebab kebangkrutan kedua merek besar tersebut.
Di pasar replika, banyak pihak menawarkan desain serupa atau identik dengan harga jauh lebih rendah. Tentu saja, kualitas barang-barang replika ini sering kali dipertanyakan.