Waspada! Penipuan Berkedok Promosi Perumahan Mengintai – Trend Updates

Waspada! Penipuan Berkedok Promosi Perumahan Mengintai

Promosi Perumahan
source : shutterstock

Baru-baru ini, sejumlah warga di Jawa Timur menjadi korban strategi pemasaran yang menyesatkan oleh sales perumahan. Dalam promosi yang tersebar, lokasi perumahan diklaim berada di Surabaya Utara, namun kenyataannya perumahan tersebut berada di Bangkalan, Madura. Hal ini menimbulkan kekecewaan dan kebingungan di kalangan warga yang telah diundang untuk berkumpul di lokasi yang disebutkan dalam promosi.

Data yang diperoleh dari detikJatim mengungkapkan bahwa para warga sengaja diundang oleh sales perumahan untuk berkumpul di Jalan Tambak Wedi, Surabaya. Sales kemudian mengajak warga yang sudah berkumpul tersebut untuk menuju Bangkalan, lokasi perumahan yang sebenarnya. Meski begitu, dalam promosi yang tersebar sebelumnya, lokasi perumahan disebut berada di Surabaya Utara, bukan Bangkalan.

Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), Lukas Bong, menilai bahwa penyebutan lokasi yang tidak jelas ini merupakan salah satu strategi marketing untuk menarik minat calon pembeli. Namun, ia juga menegaskan bahwa penulisan lokasi dalam materi promosi harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau dianggap sebagai penipuan.

“Ini memang strategi marketing, tetapi penggunaan kata dan kalimatnya harus hati-hati. Tidak boleh sembarangan dalam menyebutkan lokasi,” ujar Lukas Bong saat dihubungi, Rabu (21/8/2024).

Lukas mencontohkan bahwa penjualan rumah yang berada di wilayah tertentu tidak boleh disebut berada di daerah lain yang lebih dikenal. Misalnya, jika sebuah rumah dijual di wilayah Karawaci, tidak boleh disebutkan dalam promosi bahwa rumah tersebut berada di Jakarta Barat. Contoh lainnya adalah kasus yang terjadi di Jawa Timur, di mana lokasi perumahan yang sebenarnya berada di Bangkalan, Madura, tetapi dalam promosi disebut berada di Surabaya Utara.

“Kalau memang lokasi rumahnya di Bangkalan, tidak boleh disebut sebagai Surabaya Utara. Harus disebutkan dengan benar, misalnya ‘Utaranya Surabaya,’ sehingga tidak menyesatkan. Ada perbedaan besar antara Surabaya Utara dan ‘Utaranya Surabaya.’ Jika Surabaya Utara, itu jelas masih bagian dari Surabaya, tapi kalau ‘Utaranya Surabaya,’ itu bisa berarti di luar Surabaya,” jelas Lukas.

Dalam dunia real estate, penggunaan istilah dan penamaan yang tepat sangat penting untuk menjaga kepercayaan dan kredibilitas. Salah penyebutan lokasi bisa dianggap sebagai bentuk penipuan atau penyalahgunaan informasi, yang tentu saja bisa merugikan calon pembeli. Oleh karena itu, Lukas menekankan bahwa para pelaku bisnis properti harus lebih cermat dan jujur dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Dalam kasus ini, ketidaktepatan dalam penyebutan lokasi rumah yang dijual bisa menjadi masalah besar bagi sales perumahan. Jika disebutkan bahwa rumah tersebut berada di Surabaya Utara, namun kenyataannya di Bangkalan, Madura, maka hal tersebut bisa dianggap sebagai pelanggaran etika bisnis. “Kesalahan seperti ini bisa berakibat buruk bagi penjualan dan reputasi perusahaan,” tambahnya.

Bagi konsumen, penting untuk selalu waspada dan memeriksa dengan teliti setiap informasi yang diberikan dalam promosi perumahan. Jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut dan meminta kejelasan tentang lokasi dan spesifikasi rumah yang ditawarkan, agar tidak tertipu oleh strategi marketing yang menyesatkan.