Kecelakaan Helikopter di Pantai Suluban, Bali: Tali Layangan Menjadi Penyebab – Trend Updates

Kecelakaan Helikopter di Pantai Suluban, Bali: Tali Layangan Menjadi Penyebab

Kecelakaan Helikopter
source : media

Sebuah helikopter wisata mengalami kecelakaan di tebing Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, setelah terlilit tali layangan. Peristiwa ini terjadi pada Jumat siang dan menyebabkan helikopter milik Bali Tur ini terbalik serta mengalami kerusakan parah pada baling-baling dan ekornya. Kecelakaan tersebut menimpa seorang pilot, satu kru, dan tiga penumpang, dua di antaranya adalah warga negara Australia. Beruntung, semua penumpang berhasil dievakuasi dan selamat, meski mengalami luka-luka.

Kronologi Kejadian

Helikopter Bell 505 JRX dengan registrasi PK-WSP milik PT Indo Aviasi Perkasa, yang dioperasikan oleh PT White Sky Aviation, lepas landas dari helipad Garuda Wisnu Kencana pada pukul 14.33 WITA untuk melakukan tur wisata. Setelah mengudara selama empat menit, helikopter tersebut jatuh di kawasan Pantai Suluban pada pukul 14.37 WITA. Berdasarkan rilis resmi White Sky Aviation, penyebab jatuhnya helikopter adalah lilitan tali layangan, bukan cuaca buruk seperti yang mungkin diduga sebelumnya.

Evakuasi dan Tindakan Penyelamatan

Evakuasi dilakukan oleh tim SAR Denpasar dibantu oleh warga setempat. Helikopter yang terbalik dan rusak parah berhasil dievakuasi bersama dengan penumpangnya. Para korban, termasuk pilot dan kru, segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Tiga korban dirawat di Rumah Sakit Siloam, satu di Rumah Sakit Udayana, dan satu lagi di Rumah Sakit Jimbaran. Kondisi mereka dilaporkan stabil meski masih memerlukan perawatan intensif.

Penyidikan oleh KNKT dan Proses Investigasi

Kepala Basarnas Provinsi Bali, Inyoman Sidakarya, menyatakan bahwa lokasi jatuhnya helikopter menyulitkan proses penyelidikan. Hingga saat ini, badan helikopter masih berada di lokasi kejadian dengan garis polisi dipasang dan dijaga ketat oleh pihak berwenang. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan. Tim KNKT dijadwalkan tiba di lokasi pada siang hari untuk memulai investigasi yang diperkirakan akan memakan waktu hingga tujuh hari.

Dampak dan Tanggapan

Kecelakaan ini menarik perhatian publik dan media. Juru bicara Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah lilitan tali layangan, yang menyebabkan kerusakan berat pada helikopter. Peristiwa ini menyoroti pentingnya regulasi dan pengawasan yang ketat terhadap aktivitas layangan di dekat area penerbangan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Informasi Lebih Lanjut

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyelidikan dan kondisi korban, jurnalis Kompas TV, Desi Ind Lestari, melaporkan dari Denpasar, Bali. Hingga pagi ini, badan helikopter masih berada di lokasi kejadian. KNKT akan melakukan penyelidikan lebih lanjut pada siang hari ini dengan menerjunkan tim khusus untuk mencari tahu apakah penyebab kecelakaan benar-benar dari lilitan tali layangan atau ada faktor lain seperti kerusakan mesin.