
Sejarah WWE: Dari Titan Sports hingga Kemungkinan Penjualan di Tahun 2023
Dalam artikel ini, saya akan membahas perusahaan promosi gulat profesional terbesar di dunia, World Wrestling Entertainment, Inc., atau yang lebih dikenal dengan nama WWE. WWE adalah perusahaan hiburan media terintegrasi global yang telah memperluas bisnisnya ke bidang lain, termasuk film, sepak bola Amerika, dan berbagai venture bisnis lainnya. Perusahaan ini juga terlibat dalam lisensi properti intelektualnya untuk perusahaan yang memproduksi video game dan action figure.
WWE didirikan pada tahun 1953 dengan nama Capitol Wrestling Corporation. Saat ini, WWE memiliki dua grup tur utama dengan roster utama yang terbagi dalam dua “merek”, ditambah dengan sebuah roster pengembangan yang berbasis di Orlando, Florida. Selain itu, WWE tersedia di lebih dari 1 miliar rumah di seluruh dunia dalam 30 bahasa. Kantor pusat global perusahaan ini terletak di Stamford, Connecticut, dengan kantor cabang di New York, Los Angeles, Mexico City, Mumbai, Shanghai, Singapore, Dubai, dan Munich.
Seperti promosi gulat profesional lainnya, acara WWE tidak merupakan kontes yang sah tetapi merupakan teater pertunjukan berbasis hiburan, menampilkan cerita berdasarkan skenario, pertandingan yang disusun, dan sebagian besar diatur oleh pengatur pertandingan, walaupun pertandingan kadang-kadang juga dapat melibatkan gerakan yang dapat membahayakan para atlet jika tidak dilakukan dengan benar. Sisi praduga dari gulat profesional diakui secara publik oleh pemilik WWE, Vince McMahon pada tahun 1989 guna menghindari pajak dari komisi atletik. Produk WWE disebut sebagai sports entertainment, mengakui akar gulat dalam olahraga kompetitif dan teater dramatis.
Pemilik mayoritas perusahaan adalah chairman eksekutif Vince McMahon, yang merupakan promotor gulat generasi ketiga dan memegang kepemilikan saham yang mencapai 38,6% dan 81,1% dari kekuatan suara. Perusahaan ini, yang awalnya bernama Titan Sports, Inc., didirikan pada tanggal 21 Februari 1980 di South Yarmouth, Massachusetts, tetapi diubah menjadi Delaware General Corporation Law pada tahun 1987. Perusahaan ini membeli Capitol Wrestling Corporation Ltd., perusahaan induk World Wrestling Federation (WWF), yang sebelumnya dikenal sebagai World Wide Wrestling Federation (WWWF), pada tahun 1982. Titan berganti nama menjadi World Wrestling Federation Entertainment, Inc. pada tahun 1999, kemudian menjadi World Wrestling Entertainment, Inc. pada tahun 2002. Sejak tahun 2011, perusahaan ini hanya menggunakan singkatan WWE untuk merek dagangnya, meskipun nama legalnya tidak berubah sejak 2002.
Pada tahun 2023, WWE mulai menjajaki kemungkinan penjualan perusahaan, setelah terjadi skandal tindakan tidak senonoh karyawan yang melibatkan McMahon yang telah membuatnya mundur dari jabatan CEO. Pada April 2023, WWE mengumumkan kesepakatan dengan Endeavor Group Holdings, di mana perusahaan akan bergabung dengan promosi seni bela diri campuran Ultimate Fighting Championship (UFC) untuk membentuk perusahaan publik baru yang mayoritas dimiliki oleh Endeavor, dengan McMahon sebagai chairman eksekutif entitas baru tersebut, dan Nick Khan tetap menjabat sebagai presiden. Penggabungan ini diperkirakan akan selesai pada paruh kedua tahun 2023.
Add comment